Agar Kecelakaan Maut Tak Terulang, Ini Tips Hindari Ban Pecah

Hondabintang.com – Mobil yang mengalami pecah ban sangat berisiko. Bahkan minggu pagi tanggal 15 September 2019 kecelakaan telah terjadi di Tol Jagorawi akibat ban mobil pecah. Kecelakaan itu sampai menewaskan tiga orang.

Sebenarnya kecelakaan akibat pecah ban bisa kita dihindari. Yang paling penting adalah dengan menjaga kondisi ban kendaraan agar tak mudah pecah. Soalnya, ban merupakan komponen keselamatan paling utama dan sangat penting, lantaran cuma ban satu-satunya komponen kendaraan yang menempel langsung ke aspal.

Dikutip dari DetikOto (15/09) Beberapa waktu lalu, instruktur dan founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, menyebut setidaknya ada 3 faktor yang membuat ban mobil pecah saat dikendarai.

“Faktor penyebab utama dari terjadinya ban pecah, karena tekanan angin yang tidak sesuai. Jadi tekanan anginnya kurang,”. Ban mobil yang kekurangan angin akan lebih cepat panas dijalanan karena permukaan ban yang kontak langsung ke aspal lebih luas. Jadi lapisan ban bakal cepat memuai dan pecah mendadak.

Zulpata Zainal, salah seorang praktisi di industri ban, memberikan infonya mengenai ban yang kekurangan angin sangat berbahaya. Apalagi jika digunakan di jalan tol yang jalanannya tidak semuanya rata alias ada bagian yang bumpy.

“Kalau angin ban kurang, dinding ban akan naik-turun ikutin jalan yang nggak rata itu, lama-lama benang di dinding ban putus. Tapi kalau angin cukup, atau dilebihkan 5 psi itu kan posisi (dinding ban)-nya tegak, itu nggak banyak defleksi bannya,” kata Zulpata

Kata Zulpata, tekanan angin pada ban yang kurang itu musuhnya ban. Sangat berbahaya sekali jika tekanan angin ban kendaraan tidak sesuai spesifikasi pabrikan.

“Jika angin kurang, defleksi dinding ban akan naik-turun terus kan, akhirnya dinding samping ban fatigue. Benangnya putus. Kalau benangnya sudah putus nggak ada yang pegang lagi,” kata Zulpata.

Jadi sebaiknya tekanan angin pada ban disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Biasanya, di balik pintu mobil sebelah kanan terdapat tabel, di sana tertera tekanan angin ban yang direkomendasikan. Cek secara rutin kondisi tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan itu.

Selanjutnya, menurut Jusri penyebab ban pecah adalah karena ban yang sudah tidak layak untuk dipakai. Menurut Jusri, maksimal pada usia ban adalah sekitar 4 tahun. Jadi meskipun fisik ban terlihat baru, jika usianya lebih dari 4 tahun, tentu sudah tidak layak dipakai. Ban yang sudah tidak layak atau kedaluwarsa lapisan karetnya akan getas dan mudah pecah.

Selain itu, ban yang sudah dalam keadaan botak pun rentan mengalami kasus pecah mendadak. Maka itu, pengendara yang menggunakan mobil sebaiknya rajin memantau indikator TWI atau tingkat keausan ban sebelum mobil dipakai jarak jauh.

“Untuk faktor yang ketiga penyebab ban mobil pecah, bisa karena berbagai hal. Misal permukaan jalan (yang jelek), cara mengemudi yang bersangkutan atau objek-objek lain, misalnya pada benda tajam seperti paku yang menghujam ban,” pungkas Jusri.

Comments

mood_bad
  • No comments yet.
  • Add a comment